STUDY PROGRAM NEWS

Kuliah Praktikum Keinsinyuran PSPPI

BKS PII di UNISSULA: Insinyur Masa Depan Dituntut Adaptif, Berintegritas, dan Melek Teknologi

BKS PII di UNISSULA: Insinyur Masa Depan Dituntut Adaptif, Berintegritas, dan Melek Teknologi

Kuliah Keinsinyuran BKS PII di UNISSULA

Peran insinyur Indonesia dipandang semakin strategis dalam menghadapi transformasi ekonomi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Insinyur masa depan tidak cukup hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga dituntut memiliki integritas, kepemimpinan, kemampuan digital, serta kepedulian terhadap keberlanjutan.

Pesan tersebut mengemuka dalam Kuliah Keinsinyuran Program Profesi Insinyur Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang yang digelar bersama Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) .

Kegiatan yang mengangkat tema “Insinyur Indonesia untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045” menghadirkan Ketua BKS Sipil PII Ir. Habibie Razak, FIEAust., EngExec., IntPE(Aus) sebagai narasumber.

Insinyur di Tengah Transformasi Nasional

Dalam paparannya, Habibie menyoroti besarnya tantangan yang akan dihadapi dunia keinsinyuran Indonesia dalam beberapa dekade mendatang. Agenda Indonesia Emas 2045, Making Indonesia 4.0, dan Net Zero Emissions 2060 membutuhkan sumber daya manusia teknik yang mampu mengikuti perubahan teknologi sekaligus memahami dampak sosial dan lingkungan dari setiap keputusan engineering.

“Insinyur ke depan harus future-ready. Tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus memiliki etika, leadership, kemampuan digital, wawasan sustainability, dan kemampuan berkolaborasi lintas disiplin.”

Menurutnya, kebutuhan insinyur akan semakin luas seiring berkembangnya sektor strategis seperti energi terbarukan, hilirisasi mineral, kendaraan listrik, smart city, artificial intelligence, manufaktur, infrastruktur berkelanjutan, hingga data center .

Transformasi tersebut sekaligus membuka ruang yang semakin besar bagi insinyur Indonesia untuk mengambil peran dalam pembangunan nasional.

Kegiatan Kuliah Keinsinyuran BKS PII UNISSULA

Profesionalisme dan Keselamatan Publik

Salah satu poin penting dalam kuliah keinsinyuran tersebut adalah pentingnya profesionalisme. Praktik keinsinyuran memiliki konsekuensi langsung terhadap keselamatan masyarakat sehingga kompetensi dan tanggung jawab profesional menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Sejumlah kasus kegagalan infrastruktur di dunia menjadi pengingat bahwa kesalahan dalam proses perencanaan, desain, konstruksi, maupun pengawasan dapat menimbulkan dampak yang sangat besar.

Karena itu, pengembangan profesionalisme tidak berhenti pada kelulusan pendidikan. Sertifikasi, pengalaman praktik, pengembangan keprofesian berkelanjutan atau Continuing Professional Development (CPD), serta tanggung jawab profesi menjadi bagian penting dalam membangun kualitas insinyur Indonesia.

Prinsip yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah bahwa praktik keinsinyuran profesional dibangun melalui perpaduan pengetahuan, pengalaman, dan etika .

Peluang Besar di Sektor Energi dan Teknologi

Perkembangan sektor energi menjadi salah satu bidang yang dinilai akan membutuhkan kontribusi besar dari para insinyur. Energi surya terapung, panas bumi, pembangkit tenaga air, penyimpanan energi, kendaraan listrik, carbon capture, smart grid hingga pengembangan supergrid menjadi bagian dari transformasi sistem energi Indonesia.

Selain energi, hilirisasi industri juga menjadi sektor penting. Pengolahan sumber daya mineral hingga menghasilkan produk bernilai tambah akan membutuhkan dukungan keahlian engineering pada berbagai tahapan, mulai dari pertambangan, proses industri, manufaktur, hingga pengembangan teknologi.

Di sisi lain, pertumbuhan artificial intelligence, cloud computing, Internet of Things, dan edge computing turut mendorong kebutuhan pembangunan data center. Infrastruktur digital tersebut membuka peluang baru bagi insinyur dalam bidang struktur, mekanikal, elektrikal, energi, tata lingkungan, hingga sistem pendukung berkelanjutan.

Peserta Kuliah Keinsinyuran UNISSULA bersama BKS PII

BKS PII Dorong Pengembangan Profesional Insinyur

Melalui kegiatan roadshow tersebut, BKS PII menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan profesionalisme insinyur di berbagai daerah.

BKS PII tidak hanya menjadi ruang pengembangan kompetensi teknis, tetapi juga mendorong kolaborasi, pertukaran pengetahuan, seminar, kunjungan teknis, dan penguatan wawasan multidisiplin.

Kegiatan di UNISSULA sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa Program Profesi Insinyur untuk memahami bahwa perjalanan menjadi insinyur profesional tidak berhenti melalui memperoleh gelar, tetapi berlanjut melalui pengalaman, pembelajaran sepanjang hayat, dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Pada akhirnya, tantangan menuju Indonesia Emas 2045 bukan hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur dan teknologi baru, tetapi juga membutuhkan insinyur yang mampu merancang, membangun, dan mengelola pembangunan tersebut secara aman, beretika, inovatif, dan berkelanjutan .

Dari ruang kelas keinsinyuran di UNISSULA, pesan itu kembali ditegaskan: masa depan pembangunan Indonesia sangat membutuhkan insinyur yang siap menghadapi perubahan.